Kuis Giveaway “Bisikan Kotak Musik”


Narablog, sudah baca Review Novel “Bisikan Kotak Musik” yang saya posting barusan? Belum? Okeh, boleh deh baca postingnya disini. Seperti judulnya, selain Review saya juga mengadakan Kuis GiveAway untuk mendapatkan Novel “Bisikan Kotak Musik” secara GRATIS.

GIMANA CARANYA??

Gampang banget. Narablog punya twitter dong?? Kalau belum punya, silahkan bikin akun twitter terlebih dahulu. Nah kalo sudah, Narablog silahkan follow akun twitter saya @annisareswara dan follow akun twitter @bukune. Kemudian, silahkan narablog men-twitpic photo menakutkan atau ketakutan Narablog dengan sebuah buku dengan judul yang seram (tidak harus  dengan buku seri takut, bisa dengan buku apa saja). Nah kemudian, photo yang ditwitpic tadi silahkan dimention-kan ke saya @annisareswara dan @bukune dengan hastag #Takut.

Gampang banger, kan????

Kuis GiveAway akan berlangsung hari ini 24 September 2014, dari jam 19.00 – 21.00 WIB. Jadi, Narablog bisa menyiapkan photo-photo nya yang paling menakutkan.

Pengumuman Pemenang akan diumumkan Hari ini juga, 24 September 2014 jam 22.00 WIB.

Jadiiiiiiiii, tunggu apa lagi. Yukkk, ikuti Kuis GiveAway nya, dan dapetin Bukunyaaa!!!

edit-small

Bisikan Kotak Musik


Manda, menyayangi kotak musik itu seperti dia menyayangi neneknya. Ayah Manda yang memberikan kotak musik tersebut, maksudnya agar Manda tidak terlalu bersedih karena kepergian nenek satu-satunya, namun sayangnya ini adalah awal mencekam kehidupan Manda.

Kotak musik itu terbuka, bersamaan dengan sebuah bonek kecil yang berputar, mirip seperti orang yang sedang menari mengikuti alunan lagu yang terdengar dari kotak tersebut. Lagu yang mengalun lirih itu awalnya terdengar merdu, namun lama kelamaan musik dan tarian boneka kecil yang wajahnya sedikit rusak karena terbakar itu, lebih mirip seperti perpaduan antara tarian dan lagu penjemput kematian. Seram, membuat begidik, dan hati berdebar.

Dalam mimpi, Manda Seperti melihat anak perempuan dengan gaun selutut yang mirip sekali dengan gaun ala Eropa jaman dahulu. Manda awalnya takut, namun Arina, nama gadis itu, begitu baik pada Manda. Dia mengajak Manda bermain, menganggapnya seperti sahabat, dan selalu mengingatkan Manda agar waspada. Manda bingung, namun kejadian demi kejadian membuat Manda mengerti siapa yang dimaksud Arina.

Dalam mimpi yang lain, leher Manda seakan tercekat, kerongkongannya kering, dan terasa perih. Seakan-akan ada yang tengah mencekiknya tanpa ampun. Tiba-tiba Manda terbangun, melepaskan diri dari mimpi buruk yang seperti nyata. Namun nyatanya dia malah mendapati kamarnya yang porak-poranda, lampunya pecah, bingkai foto yang jatuh dan pecah, dan pergelangan tangannya yang berlumuran darah.

Manda melihat kesekeliling, kotak musik itu sudah terbuka. Entah siapa yang memainkannya. Belum selesai kekejutan Manda mendapati kamarnya yang kacau, dia menemukan sebuah tulisan didinding yang berisi “KAU PEMBOHONG!!” Tubuh Manda gemetaran, kakinya lemas. Tulisan itu bukan ditulis dengan cat merah biasa, tapi tulisan itu ditulis dengan darahnya sendiri.

Manda Shock. Tidak mungkin dia merusak kamarnya sendiri. Dia berusaha menceritakan pada orang-orang dirumahnya, namun sayangnya tidak ada yang percaya. Terlebih ibunya. Manda bingung. Disatu sisi dia takut, namun disisi lain dia tidak tau bagaimana menyelesaikan masalahnya.

 ***

“Bisikan Kotak Musik” sebuah novel horor yang ditulis dengan sangat baik oleh A. H Igama, penulisnya. Menceritakan sebuah misteri kotak musik kuno milik dua orang sodara kembar Arina dan Airin. Airin diceritakan ingin membalas dendam pada nenek Manda, Hanna. Namun sayangnya, dendam itu belum terselesaikan hingga Nenek Manda menemui ajal.

Maka, sesuai dengan janji Airin ketika meninggal, bahwa dia akan membalaskan dendam nya pada seluruh keturunan Hanna, termasuk Manda.

Penasaran sama ceritanya? Bagaimana ending ceritanya?

Dapatkan Novel dari Bukune “Seri Takut” yang berjumlah 4 buku terbitan Bukune. Ditoko-toko buku kesayangan anda. Atau yang mau dapeting Novel “Bisikan Kotak Musik” secara gratis. Saya ada GIVEAWAY. Klik disini

edit-small

 

“Saya tantang Ry Azzura untuk membuat foto lebih menakutkan dari ini”

Ketakutan Menyakitkan


Hal pertama dia dunia ini yang bikin saya sangat takut adalah ketika ibu saya sakit. Tahun 2011 lalu, sakit tipes selama 4 bulan. Menyakitkan sekali melihatnya, melihat ibu saya yang setiap hari kesakitan badannya, nggak mau makan, lemes, panas, kedinginan, ya Allah saya sekarang aja merinding ceritanya. Menyakitkan sekali melihat ibu sakit begitu, mending saya aja yang sakit, yang masih muda, bukan ibu. Patah hati nggak seberapa menyakitkan jika dibandingkan dengan melihat ibu yang sakit. Tapi Alhamdulillah, hanya 4 bulan dan jangan ada lagi sakit seperti itu.

Hal kedua yang bikin saya takut adalah ketika rumah saya kemalingan. Ada trauma yang begitu hebat yang tersimpan di alam bawah sadar. Rapi sekali berada di sana, tapi sayangnya seketika bisa muncul. Kalian tau, setiap saya mengingat ibu saya berteriak ketika baru memasuki rumah, dan melihat rumah dalam keadaan berantakan, ya Allah sumpah menyakitkan bila ingat teriakan ibu yang miris sekali. Ibu saya shock, ketakutan, pemandangan ibu yang seperti itu menyakitkan. Rasanya lebih menyakitkan dari patah hati. Dan parahnya trauma itu belum pernah hilang meski sudah hampir setahun.

Yang ketiga, ketika sekarang keponakan saya, Anindya, sakit. Kemarin saya jenguk dia. Rasanya pingin nangis, kasian, anak kecil, belum genap 2 tahun, jalan pun baru bisa, ngomong baru belajar, tapi sakit bikin ponakan saya lemes. Anindya sakit campak. sekujur badannya bentol merah-merah, penuh, kepalanya panas, tapi badannya dingin. Bibirnya kering banget.

Meski cuma keponakan, tapi saya pingin nangis lihatnya. Nggak tega, masih kecil, badannya harus panas dingin begitu. Kalo sudah besar enak, bisa ngomong yang mana yang sakit, kalo masih kecil, baru belajar ngomong lagi, gimana dia cara ngomongnya?

Tiap hari susah tidur, karena dia sendiri juga bingung gimana caranya enak tidur. Menyakitkan melihatnya, saya kasian.

Buat narablog yang baca posting ini. Minta doanya buat Anindya ya, meski cuma campak, tapi kalo anak kecil, kasian sekali. Doakan Anindya cepat sembuh ya, semoga dia cepat ceria lagi, bisa main-main lagi, bisa ketawa lagi..
Amin..