Dua Sisi


Dalam hidup ini selalu ada dua sisi. Baik-buruk, jahat-baik hati, dermawan-pelit, jutek-ramah, tertawa-menangis, syukur-kufur, senang-sedih, pemarah-sabar, dan masih banyak lagi.

Semua tergantung kita mau pilih yang mana.

Ada seseorang yang saya pernah temui. Disatu sisi, dia baik pada orang lain. Pada mereka yang berkekurangan dia merasa iba, kemudian akhirnya dia memberikan beberapa kebaikan yang tentu membuat orang yang dibantu itu merasa bahagia. Dermawan sekali.

Namun disisi lain, saya mendapati sifatnya yang sangat berbeda jauh dengan apa yang dia lakukan sebelumnya. Dia membentak-bentak orangtua, membentak suaminya, memaki karyawannya, pelit sekali terhadap keluarganya, semaunya sendiri, apa-apa yang dia mau harus ada saat itu juga, merendahkan orang, dan serangkain hal buruk lain. Ya meski bukan kriminal.

Seperti yang saya katakan diawal, akan selalu ada dua sisi dalam diri manusia. Tergantung kita mau menjadi yang mana. Sisi malaikat atau iblis. Namun rasanya, jika kita selalu mau melibatkan hati, akal, dan Tuhan, pasti kita juga akan selalu tau, mana yang harus kita pilih.

Begitu, bukan? 🙂

Posted from WordPress for Android