Maka Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Kau Dustakan?


Sore ini saya sedang bosan sekali di kantor. Selama Ramadhan di kantor saya tidak pernah ada libur, semua tanggal masuk, termasuk Hari Minggu, kecuali jika saya meliburkan diri sendiri. Tanya kenapa??? Saya juga tidak tau. Cuma Allah dan yang bikin peraturan yang tau.

Dan di tengah-tengah kebosanan saya dengan kantor, komputer, dan kesibukkannya, saya iseng buka-buka news.yahoo.com dan ya lagi-lagi saya tertarik dengan photo-photo yang disuguhkan oleh tante yahoo.  Jika photo-photo dari yahoo membuat saya feel amazing dalam posting sebelumnya, namun photo-photo yahoo kali ini membuat saya malu, sangat malu.

Emang kenapa malu, Annisa? Karena photo-photo yang dimuat yahoo kali ini tentang para pengungsi Rohingya yang tetap menjalankan ibadah puasa, meski berada di tempat penampungan. Kalian belum tau photo-photonya? Biar saya tunjukkan…

1

2

3

4

  6

7

8

9

10

11

Well, sudah lihat seperti apa photonya? Itulah kenapa saya malu.

Ya Allah, mereka sedang berada di penampungan, sedang berada jauh dari keluarga mereka, tapi mereka tetap khusuk ibadahnya, tetap melakukan aktivitas bersih-bersih dan lain sebagainya, (mungkin) tanpa mengeluh. Sedangkan saya, hanya tidak libur satu bulan saja (selama Ramadhan), mengeluhnya bukan main. Tapi ya emang keterlaluan sih kalo sampe nggak ada libur selama 1 bulan penuh.  *masih tetep ngeyel**Minta digampar*.

Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban” (Ar-Rahman)
(Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?)

Padahal sudah diingatkan dalam Al-Qur’an dalam Surat Ar-Rahman, “Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?” kalimat ini ditulis 31 kali dalam surat ini. Ya Allah betapa banyak nikmat Allah yang saya terima tapi hanya karena satu kejadian, kemudian saya mengeluh?

Betapa malunya saya yang menjadi tukang ngeluh, sementara saudara-saudara muslim lainnya tetap semangat menjalani hari meski dalam tempat penampungan. Padahal, tidak cukup air laut itu jika digunakan menulis semua nikmat Allah yang diberikan pada manusia.

Narablog sekalian, jangan  suka mengeluh ya…

Bersyukur dan bersabar itu selalu lebih baik.

Menanti Keputusan Sidang Itsbat, Sama Seperti Menanti Cintamu (Versi Awal Puasa)


Yeps, selamat malam narablog sekalian. Hari ini untuk ketiga kalinya dibuat galau sama pemerintah.

Tiga kali berturut-turut dalam 3 tahun terakhir, saya bener-bener menantikan yang namanya sidang itsbat. Yang bener nungguin sidang itsbat? Beneran, saya selalu posting tentang sidang itsbat, tiap saya harap-harap cemas menanti hasilnya. Kalau nggak percaya, narablog bisa cek di blog saya yang lama (www.annisareswara.blogspot.com), cari deh disitu, pasti ada.

Masyarakat Indonesia dibikin galau semesta alam menanti-nanti jadwal puasa yang kabar nya sudah simpang siur. Ada yang bilang tgl 9 juli, ada yang bilang 10 juli. Nah lho mana donk yang bener?

Tiga kali berturut-turut awal puasa pasti beda. Hmmm… Kelompok A mengatakan begini, sementara Kelompok lainnya mengatakan begitu.

Saya nggak ahli sih dalam hal begini. Jadi sebagai orang awam saya ngikut saja. Tapi kalau ada pilihan tentang kabar yang simpang siur itu, lalu saya harus pilih mana?

Ahh, Menunggu sidang itsbat, memang benar-benar seperti menanti cintamu. Semoga malam ini bisa cepat diputuskan, jadi bisa segera diputuskan juga kapan tarawihnya. Amin.

Btw, Marhaban ya Ramadhan, semoga dibulan yang berkah ini kita diberi banyak berkah dari Allah SWT. Amin.