Sepotong Bulan Untuk Berdua


Malam ini..
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita melihat bulan yang sama
Mensyukuri banyak hal
Berterimakasih atas segalanya
Terutama atas kesempatan untuk saling mengenal
Esok pagi semoga semuanya dimudahkan..

Malam ini..
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang satu
Percaya akan kekuatan janji-janji masa depan
Keindahan hidup sederhana, berbagi, dan bekerja keras
Mencintai sekitar dengan tulus dan apa adanya…

Malam ini..
Saat dikau menatap bulan
Yakinlah kita menatap bulan yang itu
Semoga Yang Maha Memiliki Langit memberikan kesempatan
Suatu saat nanti
Kita menatap bulan
Dari satu bingkai jendela…

“Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta” – Tere Liye (Hal. 37)

Posted from WordPress for Android

Ada Saat Ketika


Ada saat ketika kamu berharap hari ini turun hujan…
Namun nyatanya hujan lebih memilih turun ditempat yang berbeda, membasahi bumi dibelahan lain yang tak sama, dan mendung menggantung entah dilangit yang mana…

Ada saat ketika kamu merasa telah menemukan hati yang baru, memutuskan untuk mulai jatuh cinta lagi…
Namun nyatanya setelah kamu berpikir berkali-kali, kemudian kamu memutuskan untuk tidak membiarkan hati terusik harap tersembunyi, tidak membiarkan mimpi-mimpi menelisik malam hari, atau membiarkan bayang melambung tinggi…

Mungkin saat itu kamu terlalu takut untuk kembali tersakiti, atau kamu lebih memilih rasa yang mati…

Ada saat ketika kamu merasa menjadi seseorang yang paling biasa saja, tidak cantik, tidak kaya, tidak pintar, tidak ada apa-apanya…
Dan ternyata memang begitu adanya…

Ada saat ketika kamu jatuh cinta lagi, lalu setelahnya kamu baru tersadar bahwa itu adalah hal paling konyol yang tidak mungkin terjadi… kemudian kamu buru-buru membuang jauh rasa cinta itu, mengunci rapat-rapat harap, mimpi, dan hati…

Ada saat ketika kamu bermimpi memiliki pekerjaan yang bergengsi, memiliki ruangan sendiri, fasilitas yang memadai, Namun ternyata itu hanya bayang yang menggelitik mimpi… yang entah kapan akan terjadi…

Namun apapun itu…

Semoga selalu..

Ada saat ketika kamu selalu merasa bersyukur dengan segala sesuatu yang terjadi..
Membiarkan Langit mengatur jalanNya sendiri, serupa kebetulan yang pasti..
Karena Allah tidak pernah berhenti memberi hambanya yang pandai mensyukuri…

Posted from WordPress for Android

Sadgenic, The Mellow Yellow Romantic


“Bagaimana jika doaku kusimpulkan pada layang-layang, lalu kubiarkan dia terbang mengawang-ngawang. Kemana ia akan jatuh”

Sepenggal kalimat yang membuat saya tertarik untuk membeli buku karangan Rahne Putri ini, 25 Desember 2012 lalu. Saya temukan terselip dalam rak buku-buku puisi di salah satu toko buku favorit saya.

Saya pernah dengar dari teman saya tentang Sadgenic, tidak begitu tertarik sebelumnya, tapi setelah mengetahui cover dan sepenggal kalimat di cover belakangnya, saya jadi yakin buku ini dasyat.

Cover berwarna pink pucat, dengan gambar perempuan yang sedang menangis. Ditambah dengan judul Sad Genic. Sad itu bahasa inggris yang berarti kesedihan, kan? Ini buku isinya pasti mellow yellow sekali. Seperti saya. Hehe. Jadi, okay this book just looks like me.

Dan ternyata benar, ketika membuka halaman pertama, kalian akan menemukan kalimat “Immortally Mellow, Silly, and Over Romantic”. Nahhh kan, mari kita lanjut baca isinya.

Buku ini terbagi atas tiga bab mellow romantic. Bab pertama berjudul Kotak Surat dan Kamu, bab kedua berjudul Cerita Waktu dan Aku, dan bab yang terakhir berjudul Laci Air Mata.

Setelah dibaca keseluruhan buku ini memang sesuai sekali dengan judulnya. Tulisan-tulisannya berisi tentang kesedihan, kerinduan, kehilangan, kasmaran, jatuh cinta, romantisme akut, dan patah hati.

Ini nih saya kasih beberapa tulisan Rahne Putri dalam buku Sadgenic:

1
“Nanti akan ada saatnya, namaku dan namamu, akan tercetak di lembaran yang sama dan akan berbaris dengan kata-kata, ‘Yang Berbahagia'”   #ciyeeee

2
Terimakasih atas putaran jam yang pernah kau bagi bersamaku di sini, dan sumpah demi Tuhan, aku berterimakasih padaNya untuk mengenalkanmu padaku, lewat konspirasi alam dan waktu”  #jleb

3
“Bisa tolong buka tanganmu, aku yakin serpihan kecil hatiku, tersembunyo di sela jemarimu”  #eaaaa

Udah ya tiga aja jangan banyak-banyak ntar pilek. Hehe.

Ngerasa geli nggak setelah baca kalimat-kalimat tadi? Rasanya gimana gitu ya… Suddenly, I’m feeling so blue.. 😀 whehehe..

Sepertinya buku ini tidak baik untuk para Gombalers, karena pasti akan jatuh semakin banyak korban kalau sampai mereka membaca buku ini. Hehe. Selain itu para Galauers juga dilarang keras baca buku ini, bisa berakibat buruk. Yang lagi Galau, silahkan baca Al-Qur’an sekalian dengan artinya, biar bisa lebih bersyukur.

Well, itu tadi tentang Sadgenic. Bagus kan? Nah jadi, kalau narablog pingin baca selengkapnya. Beli deh di toko buku, semoga masih kebagian. Kalau ternyata udah kehabisan, segera cari pinjaman.

Hmmm, ada yang punya Dear Zarry? Boleh pinjem? 😀

 

Photo Made By Me.