Arti Pagi


Selamat Pagi..

“Bagiku waktu selalu pagi. Diantara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.”

-Tere Liye, novel ‘Sunset Bersama Rosie’

Hujan Pagi Ini


(1)
Hujan pagi ini turun deras. Suaranya bergemuruh. Seperti mewakili hatiku yang dipenuhi gemuruh rindu untukmu.

(2)
Hujan pagi ini, tidak seperti biasanya. Kali ini rintiknya berirama. Seakan mengiringi nadi yang selalu berirama mengalunkam rindu untukmu di tiap denyutnya.

(3)
Hujan pagi ini mengingatkanku tentang kamu. Senyummu. Candamu. Dan tentang caramu memeluk dan menggenggam tanganku. Kau tau? Waktu itu aku percaya kamu akan selalu bersamaku.

(4)
Hujan pagi ini, aku menikmatinya dari balik jendela. Tetesannya membentuk namamu. Mungkin rinduku ini sudah terlalu. Dan pagi ini, semoga Tuhan mengijinkan hujan menyampaikannya padamu.

(5)
Dan pagi ini, aku berharapĀ  kita berdua sedang menikmati irama dari rintik hujan yang sama. Menyesapi getar rindu yang sama. Semoga langit berkata, iya.

Semoga Pagi


Hari ini senja tidak datang lagi. Akhir-akhir ini dia jarang datang, padahal aku selalu menantinya setiap sore. Menyiapkan posisi terbaik, menunggu, tercenung, dan akhirnya berlalu jika ternyata dia tidak muncul juga.

Akhir-akhir ini aku mulai terbiasa dengan ketidakhadirannya. Bagiku, ini hanyalah soal waktu, tidak mudah memang, tapi aku percaya, suatu saat nanti entah kapan, aku akan benar-benar terbiasa melalui hari tanpa senja. Seorang penulis favoritku mengatakan, Jika tidak ada lagi cara untuk menghilangkan sedih, kecewa, kehilangan, dan apalah rasa menyesakkan itu, maka biarkan waktu yang menghabisinya. Biarkan waktu menenggelamkan segala kenangan yang pahit, dan menggantinya dengan hal-hal baru yang tentu saja indah. Tuhan selalu adil, bukan?

Dan rumus waktu itu bekerja, meski tidak sepenuhnya. Beberapa bulan terakhir, aku tak lagi harap-harap cemas menanti senja. Aku mulai menunggu pagi. Bagiku pagi berarti memulai lagi. Memulai banyak hal baru, termasuk memulai hati yang baru. Oww, tidak, aku bukan menemukan hati ketika pagi. Aku hanya ingin memulai pagi yang selalu memulai hari.

Semoga kali ini pagi memberikan kesempatan untuk memulai hari dengan sempurna, tanpa celah airmata ketika meresapi hangat senja. Ketika tak henti-hentinya menanti senja, hingga entah sampai kapan.

Semoga pagi membiarkan hati ini menemukan dan menentukan apa-apa yang tidak akan lagi menyakiti. Dan aku siap memulai banyak cerita baru lagi, tanpa perlu mengorek cerita lama yang anggap saja sudah usang. Karena masa lalu tidak akan pernah menang, karena dia ada di belakang. Jauh di belakang.

 

 

morning_dew

(Pict)