Ada Al hijrah Di Royal Plaza


Bertahun-tahun saya menginjakkan kaki di Surabaya, berkali-kali saya berkunjung ke Royal Plaza, tapi baru bulan ini saya tau kalo salah satu Mall favorite di Surabaya itu punya masjid yang demikian eloknya di lantai paling atas. (entah lantai berapa).

Seperti kebanyakan Mall dan hotel. Mushola atau tempat ibadah umat muslim diletakkan di area parkir lantai teratas. Ya memang tidak semua Mall sih, ada juga Mall di Surabaya yang memposisikan mushola tepat diantara hiruk pikuk jual beli, ada yang memposisikan mushola nyempil dipojokkan dengan tempat wudhu campur dengan tempat bersih-bersih kain pel, ada juga yang Mall nya megah nian dilihat, tapi mushola nya ada dipojokkan, kotor, sempit, dan (bagi saya) tidak layak.

Namun, Royal Plaza beda. Selama saya kuliah di Surabaya, saya sering main ke Mall yang satu ini. Melepas penat dengan teman-teman kuliah sambil window shopping cuci mata. Dan selama itu pula saya hanya tau Royal punya mushola kecil dekat toilet yang tempat berwudhu nya jadi satu dengan tempat shalat. Kemudian semerbak karpet basah tercium ketika kamu memasuki pintu musholanya. Memang mushola kecil itu masih ada, tapi ternyata di lantai atas di lahan parkir ada masjid megah yang Subhanallah nyaman sekali untuk shalat. Serasa kita nggak sedang di Mall.

Saya yang pertama kali melihatnya seakan takjub, terdiam, lalu tidak hentinya memuji Allah dalam hati. Tiba-tiba terharu karena masih ada Mall yang benar-benar memperhatikan tempat beribadah. Dulu saya pernah kagum dengan Ciputra Mall karena Mushola nya memang disediakan khusus bukan asal ruangan digunakan. Kemudian kekaguman saya pindah ke Mushola milik Grand City Mall, karena mushola nya luas dan letaknya masih di dalam Mall, bukan di tempat parkir mobil seperti biasanya. Kemudian Cito, yang meski Mall baru tapi dia punya Mushola yang cukup lebar dan rapi, meski atap mushola nya harus bercampur dengan pipa-pipa air yang (memang) di cat rapi. Dan yang terakhir, inilah yang saya sukai. Royal Plaza dengan kenyamanan tempat ibadah yang sangat saya sukai.

Masjidnya lebar, tempat wudhu nya bagus, bersih, terawat, belum lagi di dalam masjidnya, tempat mukena yang menggantung rapi, suasana masjid yang tenang. Subhanallah, Narablog yang nggak sengaja mendarat di Surabaya, coba deh kunjungi Royal Plaza di Jl. A Yani. Dan shalatlah di masjidnya. Nyaman. Saya suka.

Mau tau seperti apa masjidnya? Ini beberapa bagian masjid yang sempat saya abadikan.

IMG_20150929_160429

Halaman Masjid Al Hijrah

 

IMG_20150929_154238

Tempat wudhu Masjid Alhijrah

IMG_20150929_154301

Wastafel Masjid Al Hijrah

IMG_20150929_160315

Bagian Dalam Masjid Al Hijrah

IMG_20150929_160252

Tempat Mukena Masjid Al Hijrah

 

Nahhh, gimana Narablog? Untuk ukuran Mall, masjid ini oke kan?

 

 

Mereka yang Mencela, Boleh Jadi Tidak Lebih Baik Dari Yang Dicela


Saya sedang baca buku ketika tiba-tiba saya dengar suara orang ribut, teriak, berisik sekali. Ternyata ada kerusuhan di mushola persis depan rumah saya. Ternyata mushola baru di depan rumah saya digerebek orang entah dari mana. Kalian tau sebabnya? Hanya karena mereka (si penggerebek) nggak mau satu mushola baru itu didirikan dan digunakan shalat. Kata mereka, itu musholah sesat, nggak ada warga yang mau shalat di situ. Fitnah. Padahal, tadi dari magrib sampai tarawih, itu mushola rame. Banyak jama’ahnya.

Mereka berseragam hijau-hijau, beramai-ramai, menggrebek, teriak-teriak asma Allah, gebrak sana-sini, merasa paling bener. Aduhhh, tolong jangan bawa-bawa nama Allah kalau mau anarki!!!! Mereka pikir mereka paling pintar, udah bawa tiket nomor satu masuk surga, paling baik sikapnya, paling sip akhlaknya.

Omong kosong.

Kalau memang mereka orang bener, mereka nggak akan melakukan hal seperti itu. Nggak main kasar begitu.

Bener kata gurauan teman saya, “Semua orang pingin masuk surga, tapi nggak ada yang mau berangkat duluan”. Ya seperti mereka itu. Tempat ibadah yang baru didirikan digerebek, difitnah sesat, sementara orang-orang yang suka mabuk di sekitar rumah mereka, malah dibiarkan. Kenapa? Takut mati kalau ngusir pemabuk? Pengecut. Kalau sama orang-orang yang mau ibadah mereka berani teriak-teriak, gebrak-gebrak.

Saya sedih dengan ini. Lihatlah mereka sama-sama islam, sama-sama punya kitab Al-Quran, sama-sama punya Nabi Muhammad SAW, sama-sama diciptakan Allah, harusnya mereka bersaudara, tapi malam ini, diawal Ramadhan yang harusnya penuh berkah, damai, mereka malah mau membakar rumah Allah? Mau membakar rumah orang-orang yang gotong royong bangun mushola baru itu. Keterlaluan.

Lebih baik tadarus di masjid dari pada teriak-teriak nggak jelas mau bakar mushola. Lebih baik banyak-banyak berbuat baik siapa tau mereka besok sudah expired masanya di dunia. Heran saya, atau jangan-jangam mereka tengah merasa berbuat baik karena memfitnah sesat saudara-saudaranya sendiri? Horor kalau benar begitu.

Orang-orang yang mencela, mengolok-olok, jangan-jangan tidak lebih baik dari yang dicela. Islam selalu mengajarkan kedamaian, kelembutan. Bukan anarkisme, kekerasan. Itulah islam.

Narablog, semoga Allah selalu menjaga kita dari hal-hal buruk dan orang-orang yang punya tabiat buruk.Amin.

Ini foto kerumunan kerusuhan setelah polisi datang:

image