Jakarta, be nice to me – Day 1


ini sudah pukul 00.28, 26 Juni.  Saya belum bisa tidur. Akhirnya saya putuskan untuk menulis saja. Anggaplah tulisan ini diposting tanggal 25 Jun 2013, jadi saya bisa bercerita menggunakan kata ‘Hari Ini’.

Hari ini saya melakukan sebuah perjalanan lagi. Kalau awal Juni narablog baca tulisan saya yang berjudul “Journey To Bandung”,  kali ini saya melakukan perjalanan ke kota tetangga Bandung, Jakarta.

Kali ini saya tidak pelesir ke Jakarta. Melainkan tugas menghadiri sebuah exhibition industri-industri dari Korea. Oh iya, event yang mengadakan adalah Kotra (Korea Business Center). Jadi semuanya free.

Apa yang istimewa dihari pertama perjalanan saya ke Jakarta? Tidak ada yang istimewa. Seperti biasa, ke Bandara, kumpul dengan peserta Kotra lainnya, check in, kemudian menunggu di gate lion air menunggu jam terbang 15.34.

Kalau saya bilang perjalanan ini tidak istimewa, mungkin iya karena hanya perjalanan ke luar kota saja. Tapi bukan sebuah perjalanan kalau tidak menyenangkan. Oh ya? Apa yang menyenangkan? Karena saya banyak bertemu orang-orang baru. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang hebat.

Kalian tau siapa aja? Mulai dari pengusaha yang masih merintis, ibu dokter gaul, ibu dokter bersahaja, guru manis, guru cerdas, dirut perusahaan perhiasan, sampai pengusaha IT. Orang-orang hebat kan? orang-orang yang banyak pengalaman. Berbagi cerita dengan mereka adalah hal yang menyenangkan. Mereka adalah orang-orang hebat yang low profile. Dan saya merasa beruntung berada diantara mereka.

Oh iya, selama dua hari kedepan, saya menginap di Hotel The Sultan yang dekat dengan Senayan. Ini merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Berada di hotel bintang 5 dengan fasilitas (yang menurut saya) mewah. Dengan fasilitas one room one person. Saya bisa tidur dengan berbagai gaya. Hihihi.

Besok ada apa ya kira-kira? Yang jelas besok pasti lebih seru. Karena saya akan ketemu lebih banyak orang lintas negara. Dan yang jelas besok ada Gala Dinner di Hotel Ritz Carlton. Kata teman saya, “Siapkan baju terbaik”.

Satu yang dapat hari ini: “New friends, new experiences”. Makanya banyak-banyak bersilaturahmi.

image

Photo By Annisa Reswara

“Jakarta, be nice to me ya..”

Bahagia itu Sederhana


Okay, pagi ini  seperti biasa saya memulai pekerjaan saya dengan browsing portal-portal berita. Ceritanya, saya lagi kepo keadaan sekitar, pingin tau banget tentang kabar apa sih yang terjadi di luar sana. Di entah bumi lain di manalah itu. Dan *clinkkk, saya tertarik pada sebuah Photo News di portal yahoo. Judulnya “Biar Banjir, Tetap Tersenyum”.

Dan ya memang photo-photo di dalamnya menarik. Ada sekitar 22 photo news tentang banjir yang sedang melanda Jakarta. Hei, saya ikut tersenyum lho ketika lihat photo-photo itu, plus baca caption-nya yang menarik. Padahal biasanya, saya kasian sekali sama orang-orang Jakarta yang harus berbasah-basah ria terendam banjir. Saya membayangkan jika diri saya sendiri yang sedang mengalaminya, pasti bukan hal mudah buat saya. Harus mengungsi, meninggalkan rumah yang entah beberapa hari kedepan akan seperti apa bentuknya jika terus terendam banjir.

Kalian mau tau photo-photo nya? Okay deh saya kasih liat. By the way, photo-photo berikut asli saya ambil dari yahoo lho…

Image

“Ibu tangguh ini dengan santainya mampu membawa delapan tabung elpiji”

Image

“Ketika ditanya apakah dagangannya laku, bapak ini menjawab: “Alhamdulilah.””

Image

“Biar bukan Venice, Teluk Gong juga bisa romantis”

Image

“Wajah mereka tampak sangat menikmati mendayung”

Image

“Dua pria tampak santai menarik perahu”

Image

“Wusss..!”

Image

“Gerobak yang disulap jadi kendaraan”

Image

“Menjaga pabrik”

"“Perahu” paling nikmat"

““Perahu” paling nikmat”

10

“Penumpang perahu ini asyik mendengarkan musik”

11

“Tetap ceria bermain air”

12

“Kolam kecil buatan untuk anak-anak juga dipakai untuk transportasi”

13

“Sampan ini melaju dengan cepat mendahului perahu-perahu lain”

14

“Bathtub pun digunakan untuk transportasi”

15

“Polisi pun terpaksa menyewa jasa ojek untuk menembus banjir”

16

“Gaya tetap nomor satu”

17

“Keluarga yang sepertinya hendak mengungsi ini menembus banjir dengan menyewa jasa ojek “perahu””

18

“Ketika motor naik becak”

19

“Lima pria tampan yang semangat menembus banjir”

20

“Tak ada dayung, piring pun jadi”

21

“Beberapa pedagang masih tetap berjualan di Pasar Angkasa, Teluk Gong”

22

“Say “peace””

Saya salut sama Pak atau Mas Robin Hartanto, photographernya, yang berinisiatif untuk mengambil angel berbeda dari kebanyakan photo news yang ada selama ini. Ya at least, Pak atau Mas Robin Hartanto ini menunjukkan bahwa masih ada tawa ditengah bencana.

Dan kalau saya boleh menambahkan sedikit, bahwa dari setiap kejadian, mau menangis atau tertawa, mau bersedih atau gembira, keputusan itu sepenuhnya kita yang memilih, kita yang menentukan bagaimana kita akan menyikapinya. Karena sebenarnya, kalau kita mau menerima kejadian menyakitkan dengan rasa ikhlas, mau mengambil sisi baiknya dari pada sisi negatifnya, pasti akan selalu ada bahagia dari dalam hati. Karena bahagia itu sederhana.

Dan, taukah kalian? Saya semakin napsu aja untuk beli camera nikon yang saya idam-idamkan itu. Ada yang mau ngasih saya? hihihihi *gampar**