Journey to Bandung #2


Hai kamu yang di sana, apa kabar? Apa kamu sudah membaca catatan perjalananku ke Bandung sebelumnya? Aku harap kamu membacanya, perjalanan yang menyenangkan sekali ke Kota Kembang.

Dicatatan sebelumnya, aku menceritakan tentang betapa menyenangkannya perjalanan udara malam. Kamu bisa melihat berjuta kunang-kunang yang menari gemerlap. Dan itu hanya bisa kamu dapati ketika kamu melakukan perjalanan malam. Hari ini, aku bawakan oleh-oleh foto perjalananku ke sana. Eh iya, kamu masih suka photograpy? Kamu pernah berjanji mau menemaniku membeli kamera. Tapi sayangnya, rasanya hal itu tak mungkin terjadi.

Maaf, foto-foto hasil jepretanku pastilah tidak sebagus semua hasil jepretanmu. Tapi setidaknya, aku membawakan keindahan yang kukagumi malam itu.

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

Photo By Annisa Reswara

“Mr. J, apa kabar di sana?”

Journey to Bandung #1


Hai apa kabar kamu yang di sana? Apa kamu baik saja? Bagaimana skripsimu? Bagaimana kuliahmu? Sudah dua bulan lebih kita tidak saling bertanya kabar. Semoga semuanya berjalan baik.

Sabtu malam kemarin aku ke Bandung. Bandung. Kuulang sekali lagi, Bandung. Bukankah kamu ingin sekali ke kota kembang ini. Hari ini aku lebih dulu menjejak kaki di kota ini. Tidak stay, hanya pelesir.

Dengan pesawat penerbangan terakhir, akhirnya aku sampai Bandung. Kamu tau alasan utamaku ke Bandung? Tentu bukan karena pameran itu. Bukan soal kerjaan. Tapi ini tentang mengunjungi tempat baru. Kata orang, salah satu cara mengobati patah hati adalah dengan mengunjungi tempat-tempat baru, bertemu orang-orang baru, dan mencoba banyak hal baru. Aku belum tau apakah rumus itu bekerja, tapi biar kucoba, siapa tau berhasil.

Kalau Allah mengijinkanmu ke Bandung, kamu mau naik apa? Biar kuceritakan sedikit perjalananku malam kemarin. Night Journey to Bandung, begitu aku menyebutnya. Kalau kamu memilih naik pesawat, pilihlah penerbangan malam. Menyenangkan sekali terbang di antara awan yang gelap terselimut malam. Kamu harus memilih seat dekat jendela, karena disitulah inti kesenangannya.

Ketika burung besi itu perlahan naik ke atas, melayang terbang, coba lihatlah ke bawah. Kamu akan melihat gemerlap lampu-lampu kota menyerupai beribu kunang-kunang yang sedang menari tarian mistis membentuk formasi eksotis indah sekali. Melembutkan hati yang sedang kaku karena resah. Melumerkan senyum yang membeku di sudut bibir.

Indah sekali. Kamu harus mencobanya. Tidak perlu bersamaku, jika kamu ingin terbang ke Bandung bersama seseorang pilihanmu, lakukanlah. Kamu pasti akan lebih bahagia.

Hei, kamu belum menanyakan kabarku. Apa kamu tidak ingin tau apakah aku baik saja atau sedang gulana. Ahh, ya sudah tak apa jika tak ingin bertanya. Mungkin kamu saja sudah lupa apa pernah mengenalku.

Andai kamu nyata di sini, tapi sayangnya tidak.

image

Photo By. Annisa Reswara