Langgeng Terus, Ya… Abi-nya Mas Rey


​​Setahun yang lalu, kami berdua adalah manten anyar yang kinyis-kinyis, bahagia tiada tara, dan merasa dunia milik berdua, yang lain ngemper.

Tidak terasa setahun berlalu, apakah kami masih kinyis-kinyis, masih bahagia? Saya nggak bisa njawab kalo pertanyaan apakah kami masih kinyis-kinyis, yang jelas kami masih bahagia tiada tara, bahkan bahagianya kini naik level jadi tiada tara tak terhingga sentosa jaya, karena pernikahan kami sudah lengkap dengan kehadiran Mas Rey 11 Agustus 2016 lalu, jagoan kecil yang gantengnya melebihi Brad Pit, manisnya melebihi Tom Cruise, dan aktifnya melebihi Jet Li.

Kalo inget masa setahun lalu, ya. 27 September jam 3 dini hari, saya sudah dibangunkan, disuruh mandi dan gosok gigi. Trus cusss ke gedung buat dirias jadi pengantin. (*Cieee pengantinn), sambil harap-harap cemas, habis ini saya akan jadi Nyonya, bukan Nona lagi. Hari-hari sebelumnya apa saya santai? lhoo, nggak kalah cemasnya menantikan 27 September.

Dan sekarang sudah setahun kemudian sejak saya saya dipersunting jadi Nyonya, sudah setahun saya berbahagia sentosa jaya.

Jadi Abi-nya Mas Rey, I love you to the moon & back. Terima kasih ya untuk setahun yang indahnya tiada tak terhingga sentosa jaya ini. Terima kasih sudah sabar pada saya yang ngambekan, ayu, nangisan, tur angel dikandani ini. Terima kasih sudah mengisi hari-hari saya dengan isi-isian yang manis. Terima kasih sudah menjadi abi-nya Mas Rey yang ganteng dan pengertian. Terima kasih untuk setiap detik, tenaga, keringat, peluh yang terlewati. Pokoknya terima kasih, terima kasih, terima kasih untuk semuanya, Nda nda cuuuu, Abi cuuuu, cinca cuuu, sayang cuuuu, hewek-hewek…

Semoga pernikahan ini sakinah, mawadah, warahmah…

Langgeng terus yaaa…

Bahagia terus yaaaa….

Jatuh cinta terus ya…..

I love you notok jedok, Abi-nya Mas Rey 😘😘😘😘

Bertiga Merayakan Kehidupan



Dear Anak Lanang,
Hai Reyhan, selamat datang di bumi Allah tercinta, di Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, di tanah jawa yang ramah sentosa raya.

Umi sebelumnya nggak pernah percaya yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Bagaimana bisa percaya, lha wong jatuh cinta sama Abi mu saja, Nak, Umi butuh proses pertemanan dulu, baru entah bagaimana caranya Allah membuat pertemanan itu menjadi pertemanan hidup yang penuh cinta.

Tapi sejak kamu lahir, Nak. Umi baru percaya yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama, bahkan sejak memandang kamu dari monitor USG saja Umi sudah jatuh cinta setengah mati. Mendengar detak jantungmu, Nak, itu seperti mendengar suara napas kebahagiaan yang tak tergantikan. Mengetahui kamu sehat tiap sebulan sekali, itu moment yang paling ditunggu, Nak.

Sekarang baru saja seminggu kamu hadir, rasanya Umi sudah jatuh cinta tidak terkira. Nggak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan selain kamu, Nak. Doa Umi setiap waktu hanya mendoakan kebaikan untuk kamu.

Nak, maafkan Umi dan Abi yang kadang masih suka salah ngurusi kamu, suka telat ngasih susu, ASI Umi yang masih keluar sedikit. Maklum, baru seminggu kami jadi orangtua. Umi Abi muda yang sok-sokan pake popok dan nggak mau pake diapers pada awalnya, tapi pada akhirnya kami memilih  berburu diapers karena lebih praktis. Tapi kami terus mengusahakan ASI untuk kamu, Nak. Karena ASI nggak pernah ada gantinya seperti popok Vs diapers.

Kami orangtua baru yang suka sekali ngliatin tingkahmu lucumu waktu tidur, mulet-mulet, mencep-mencep, senyum-senyum ganteng. Kami yang suka resah kalo jam 9 malam tetiba kamu terjaga dan nggak tidur-tidur sampe jam  01.00 atau lebih. Duhh, sungguh kami belum jadi orangtua Pro, Nak. Kami masih orangtua versi trial. Tapi semoga segera upgrade jadi Pro ya, Nak.

Reyhan, memiliki kamu itu anugrah dari Allah yang tidak terkira. Meski melahirkan kamu Umi harus kontrkasi semalaman, diinfus, dijahit, tapi semua itu tergantikan begitu kamu ada.

Nak, Abi Umi meski masih trial, tapi kami selalu berusaha menjadi Pro, memberikan yang terbaik buat kamu. Ah iya, tentu tidak ada orangtua yang mau jadi versi Trial terus, pasti ingin upgrade jadi Pro.

Sehat terus ya, Reyhan. Kita rayakan kehidupan baru ini bertiga, berbahagia selamanya. Kamu cintanya Abi dan Umi, sayangnya Abi dan Umi, gantengnya Abi dan Umi.

Jika Bukan Kamu


Jika bukan kamu, saya nggak tau akan menghadapi hari-hari ini seperti apa. Apakah sama bahagianya dengan saat ini, apakah sama romantisnya seperti saat ini.

Jika bukan kamu, saya nggak tau apa akan ada lagi orang sesabar, selembut, dan sebaik kamu. Mengerti, mencintai, dan selalu menyayangi.

Jika bukan kamu, saya nggak tau siapa lagi yang bisa membuatkan sepiring nasi goreng selezat itu. Dengan sabar mengajariku membuat ayam krispi dengan bumbu yang merasuk ke dalam setiap gigitannya.

Jika bukan kamu, saya nggak tau siapa lagi yang dengan rela dibangunkan tengah malam, mengantar saya ke kamar mandi, mengambilkan saya segelas air putih ditengah kantuk yang dasyat hanya untuk meringankan sakit tenggorokkan saya.

Jika bukan kamu, saya nggak tau siapa lagi yang akan memanggil ‘sayang’ setiap hari. Siapa lagi yang akan bercerita sedekat ini.

Beruntung Tuhan mempertemukan saya dan kamu, mentakdirkannya menjadi ‘kita’, menjodohkan Ratri & Khoirul, menuliskan kita dalam satu KK dengan status kamu suamiku dan saya istrimu, kemudian dibawahnya tertulis nama-nama anak-anak kita yang lucu.

Saya bersyukur, setelah ini akan ada Junior Khoirul yang melengkapi hari-hari bahagia dengan sempurna.

Terima kasih, suamiku. Jika bukan kamu, mungkin saya tidak akan sebahagia ini menjalani hari.