Aku Mencintaimu, Cinta


Izinkan aku mencintaimu dengan baik.

Karena untukmu, aku tak hanya ingin sekedar menjadi yang terbaik, aku ingin menjadi pemenang.

Percayalah segalaku menjadi lebih baik ketika bersamamu.

Maafkan aku jika masih memiliki banyak kekurangan dalam memahamimu, memperhatikanmu, dan mencintaimu.

Untukmu, akan kuberikan segala yang tak hanya sekedar baik, tetapi yang terbaik.

Tak perlu aku berjanji, kau pasti mengerti.

Terima kasih karena telah mencintaiku dengan sebaik ini.

Terima kasih karena telah memeluk rindu-rinduku dalam hangat doamu.

Terima kasih karena telah mengizinkan aku memasuki setiap sudut ruang di hidupmu.
Terima kasih karena telah menjadikanku perempuan istimewa setelah Ibumu.

Kekasih, semoga kau tak keberatan.

Menjadi laki-laki yang selalu kusemogakan.

Menjadi laki-laki yang selalu kumintakan pada Tuhan.

Sungguh, sejak bersamamu aku benci dengan apa yang dinamakan kehilangan.

Dan sejak bersamamu, aku tak ingin lagi merasakan perpisahan.

Jika nanti kau temukan satu alasan saja untuk pergi dariku.

Semoga kau selalu ingat, tentang alasan-alasan mengapa kita berjuang dengan sehebat ini.

Bersamamu aku ingin kita menjadi cerita dunia.

Denganmu aku ingin kita memenangkan doa-doa.

Jangan pernah lelah, jangan pernah menyerah.

Tuhan selalu tersenyum dengan apa yang sedang kita perjuangkan.

Percayalah, nantinya segala yang pernah kita perjuangkan bersama, akan dibalas baik oleh Tuhan.

Jangan pernah lupa, aku mencintaimu, Cinta..

Repost from @tausiyahku_

(Video) Terima Kasih Suamiku


Karena saya nggak bisa membuat selain hal-hal yang berhubungan dengan puisi. Jadi saya persembahkan video buatan saya ini untuk suami. Please, enjoy 🙂

Thanks for watching, Narablog 🙂

Aku, Hujan, dan Rindu


Bagiku hujan adalah salah satu dari sekian hal terindah yang Tuhan turunkan ke bumi. Betapa tidak? Ketika terik mengeringkan tidak hanya tanah tapi juga hati. Saat itulah rintik hujan yang menghujam bukan sekedar harap tapi sudah menjadi mimpi ditiap malam lelap.

Kamu tau? Kadang ingin sekali rasanya aku menjelma sebagai hujan. Menjadi salah satu hal terindah yang dikirim Tuhan untukmu…

Karena mungkin hanya dengan menjadi itu aku bisa memelukmu dengan dinginku. Menenangkanmu dalam sejukku. Hei, bukankah Tuhan memang menciptkan hujan sebagai penentram jiwa-jiwa yang resah dan berputus asa? Maka, aku ingin bisa menghilangkan resahmu, meski aku harus menjelma menjadi hujan terlebih dahulu…

Sepertinya aku memang harus bermetamorfosis menjadi hujan. Yang kedatangannya selalu ditunggu jiwa-jiwa yang merindu. Dengan begitu kamu akan selalu menantiku, menyediakan rindu paling dalam untukku, memperhatikan tiap rintikku. Maka biarkan aku menjadi hujan saja agar kau perhatikan..

Mungkin menjadi hujan adalah cara terbaik untuk mengusap perlahan wajahmu. Membasahinya dengan cinta dan rinduku.

Jika aku menjadi hujan, berjanjilah untuk selalu merinduiku, ingin mendengar suara rintikku, dan memelukku dengan sejuk kasihmu…

Tapi apa iya kamu harus menungguku menjadi hujan dulu?

Cukup aku sebagai pencinta hujan yang selalu merinduimu dalam tiap rintiknya, yang kadang terpaksa menyampaikan rinduku dalam derasnya…

Karena hujan selalu bisa mewakili suara hati yang kadang tidak bisa kamu dengar meski sudah kuteriakkan…

Posted from WordPress for Android