Sisa Hujan Semalam


image

Hujan semalam menyisakan pagi yang dingin,
seperti kamu yang melupakan hangatnya hati, ketika mencintai…

Pertemuan


Sudah sepuluh tahun lebih kami tidak bertemu. Nyatanya hari itu, ketika kami dipertemukan kembali, tidak ada yang berbeda. Semua masih tetap sama, wajah, senyum, dan tawa kami masih sama. Hanya usia yang berbeda. Menjejak angka dua puluhan. Tapi semua tetap seperti sepuluh tahun silam.

Waktunya Makan

-Waktunya Makan-

Sekilas, mungkin ini seperti kisah roman pertemuan dua orang kekasih yang lama tak berjumpa. Tapi itu salah, ini tentang kami berlima. Teman smp yang dulu pernah belajar di satu sekolah yang sama, hari itu bertemu kembali. Bernostalgia, menyambung kembali silaturahmi yang lama terputus, sambil menikmati makan malam, mengisi perut yang kosong setelah puasa.

Hanya makanan sederhana, nasi dan ayam, tapi inti dari semuanya tentu bukan

Narsisun Kumatun

-Narsisun Kumatun-

hidangannya, namun pertemuan yang tertunda 10 tahun inilah adegan utamanya.

Subhanallah. Ternyata saya kangen juga sama mereka.

Mbak-Mbak Cantik

-Mbak-Mbak Cantik-

 

4

-Bapak-Bapak Ganteng-

Maka Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Kau Dustakan?


Sore ini saya sedang bosan sekali di kantor. Selama Ramadhan di kantor saya tidak pernah ada libur, semua tanggal masuk, termasuk Hari Minggu, kecuali jika saya meliburkan diri sendiri. Tanya kenapa??? Saya juga tidak tau. Cuma Allah dan yang bikin peraturan yang tau.

Dan di tengah-tengah kebosanan saya dengan kantor, komputer, dan kesibukkannya, saya iseng buka-buka news.yahoo.com dan ya lagi-lagi saya tertarik dengan photo-photo yang disuguhkan oleh tante yahoo.  Jika photo-photo dari yahoo membuat saya feel amazing dalam posting sebelumnya, namun photo-photo yahoo kali ini membuat saya malu, sangat malu.

Emang kenapa malu, Annisa? Karena photo-photo yang dimuat yahoo kali ini tentang para pengungsi Rohingya yang tetap menjalankan ibadah puasa, meski berada di tempat penampungan. Kalian belum tau photo-photonya? Biar saya tunjukkan…

1

2

3

4

  6

7

8

9

10

11

Well, sudah lihat seperti apa photonya? Itulah kenapa saya malu.

Ya Allah, mereka sedang berada di penampungan, sedang berada jauh dari keluarga mereka, tapi mereka tetap khusuk ibadahnya, tetap melakukan aktivitas bersih-bersih dan lain sebagainya, (mungkin) tanpa mengeluh. Sedangkan saya, hanya tidak libur satu bulan saja (selama Ramadhan), mengeluhnya bukan main. Tapi ya emang keterlaluan sih kalo sampe nggak ada libur selama 1 bulan penuh.  *masih tetep ngeyel**Minta digampar*.

Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban” (Ar-Rahman)
(Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?)

Padahal sudah diingatkan dalam Al-Qur’an dalam Surat Ar-Rahman, “Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?” kalimat ini ditulis 31 kali dalam surat ini. Ya Allah betapa banyak nikmat Allah yang saya terima tapi hanya karena satu kejadian, kemudian saya mengeluh?

Betapa malunya saya yang menjadi tukang ngeluh, sementara saudara-saudara muslim lainnya tetap semangat menjalani hari meski dalam tempat penampungan. Padahal, tidak cukup air laut itu jika digunakan menulis semua nikmat Allah yang diberikan pada manusia.

Narablog sekalian, jangan  suka mengeluh ya…

Bersyukur dan bersabar itu selalu lebih baik.