Ketika Skenario Nya Bekerja


Ini sudah Februari. Harusnya posting ini publish awal Januari lalu, ketika 2015 mengucapkan selamat tinggal, dan 2016 menyapa selamat datang. Tapi ya sudahlah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Ini cerita saya dengan suami. Cerita yang tidak disengaja dan bukti bahwa jika berjodoh maka Allah akan menulis skenario menakjubkan tanpa bisa kamu menolaknya. Hehe. Begini ceritanya.

image

Januari tahun 2015 lalu, atas izin Allah saya dipertemukan (lagi) dengan suami saya. (Waktu itu belum jadi suami saya). Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya sebelumnya untuk bertemu dengan dia lagi. Tapi Allah berkehendak lain, kami nyatanya bertemu kembali dengan episode yang terus berlanjut sampai sekarang.

Awalnya kami hanya ngobrol biasa saja. Ya, 2 orang teman KKN lama yang (anggap saja) sudah bertahun-tahun tidak bertemu, sambil menyelesaikan “agenda” yang belum terselesaikan di tahun sebelumnya.

Ditahun sebelumnya?

Yups, tahun 2014 lalu kami sempat bertemu, sempat nonton, tapi karena sesuatu hal episode itu selesai begitu saja. Tapi ternyata to be continue di tahun 2015.

Assalammualaikum Beijing dan ngopi adalah awal (lagi) pertemuan kami. Saya kira, pertemuan itu hanya akan tamat sampai disitu saja,  tidak ada seri keduanya, sama seperti pertemuan tahun 2014. Ternyata saya salah. Suami saya dengan rela menemani saya di acara Kampus Fiksi di Balai Pemuda Surabaya. Seminar penulisan novel, yang saya yakin bagi orang yang nggak suka nulis, acara ini membosankan. Tapi dia dengan gagah berani mau menemani saya hingga acara selesai. Duhh, kannn.. keliatan siapa yang PDKT duluan. Hihihi

Setelah pertemuan itu, kami masih intens berkomunikasi via bbm. Jadi say thanks to Bbm yang sudah membuat saya dan suami bisa berkomunikasi dengan baik.

Hari-Hari berlanjut, hingga akhirnya suami saya berani berkunjung ke rumah saya. If you only knew, malam sebelum kedatangannya ke rumah saya, hati daya deg-degan. Saya bingung besok harus ngomong apa ya ke orang tua saya, karena jarang sekali ada teman laki-laki yang datang ke rumah. Tapi ya sudahlah. Saya hanya berharap besok ada kabar baik yang sebaik-baiknya.

Dan Taraaaaaaa, pertama kali dia ke rumah, hari itu juga ibu saya bilang, beliau suka dengan suami saya. Hahaha. Padahal saya belum ngomong apa-apa, lho.

Seperti lampu hijau yang kemudian diteruskan dengan jalan tol. Hubungan ini terus berlanjut, sampai akhirnya pada 22 Februari 2015 lalu dia menyatakan cintanya pada saya di sebuah cafe tradisional di Cito. Mall nya anak Surabaya-Sidoarjo yang paling heitsssss. Eciyeeeee….

Saya yang tidak mau berlama-lama pacaran. Seperti kata Tere Liye. wanita itu butuh kepastian. Toh umur kami bukan umur main-main lagi. Lagian menikah itu pacaran halal, yang jauhhhhh dari maksiat. Dannnn… setelah menimbang, akhirnya pada bulan Mei 2015, setelah 3 bulan pacaran, suami saya dengan gagah perkasa melamar saya. Dengan segenap keberanian ngomong sama bapak saya kalo dia mau melamar putrinya yang sangat dicintainya ini.

Akkkkk,,, senyum saya waktu itu tidak henti-hentinya terpasang di wajah. Seakan tak percaye, hubungan yang cepat sekali, dan akan halal. Ya Rabbi, sudah 27 tahun saya nungguin jodoh. Umur 24-26 saya sudah galau tingkat dewa langit ke tujuh soal jodoh. Saya sudah nggak bosan bertanya dimana jodoh saya, Ya Allah. Tapi yang saya yakini, suatu saat dia akan datang dengan gagah berani perkasa seperti pangeran berkuda putih sebagai lelaki sejati membawa seluruh keluarganya untuk melamar saya. And he did it.

Suami saya adalah lelaki sejati yang nggak cuma berani memacari, tapi berani menikahi. Dan, singkat cerita, setelah menyiapkan ini itu, akhirnya 27 September 2015 lalu kami resmi menjadi sepasang suami istri. Alhamdulillah.

image

Allah dengan sangat baik hati memberi kesempatan saya untuk menjadi seorang istri. Terimakasih ya Rabb. Penantian saya tidak sia-sia. Semoga Allah menjadikan keluarga kecil ini sakinah, mawadah, warahmah. Aamiin.

Teman-teman Narablog, bagi yang sedang menanti, terus yakin ya,  bahwa suatu saat nanti Allah akan mempertemukan kalian di waktu yang sangat tepat, ketika kalian berdua sudah sama-sama siap. 🙂

Advertisements

Pada Akhirnya Setiap Cinta Menemukan Muaranya


Pada akhirnya semua tentang cinta..

Ketika kamu bertemu orang yang salah, percayalah suatu saat nanti kamu akan menemukan orang yang tepat di waktu yang tepat dengan cinta yang sempurna. Seseorang yang memberikan janji-janji nyata tentang masa depan, bukan hanya bualan manis yang semu tanpa ujung yang menentu.

Ketika hati ternyata jatuh pada orang yang salah, percayalah suatu saat nanti hati ini akan jatuh pada cinta yang langsung datang dari Yang Maha Penyayang. Memilihkan orang yang tepat, dengan hati malaikat yang membawa padaNya untuk selalu dekat.

Ketika kamu harus ditinggalkan seseorang karena entah apa alasan yang tidak terjawab. Yakin suatu saat nanti akan ada seseorang yang datang lengkap membawa segenggam cinta sambil menunggangi kuda putih dengan gagahnya.

Ketika kini kamu harus menunggu, terus menunggu, kadang mulai bosan menunggu seseorang itu datang menjemput cinta dalam hati. Bersabarlah. Seseorang itu pasti akan datang dengan cinta di dalam segenap hati dan jiwanya. Percayalah, seseorang itu juga sedang berjalan menujumu sambil berusaha ini dan itu untuk menghalalkanmu. Doakan semoga perjalanannya mencarimu sempurna. Karena cinta akan selalu bertemu pada akhirnya. Tanpa diminta, tanpa diduga.

Percayalah…

Ratri-Khoirul2

 

Karena saya sudah berkali-kali bertemu dengan orang yang salah dan selalu bertemu cinta yang salah. Saya sudah berkali-kali jatuh cinta pada hati yang keliru. Namun saya selalu percaya, seperti sungai yang pasti menemukan muaranya, maka begitu pun dengan cinta yang akan bermuara pada satu hati atas izin Sang Maha Mengasihi.

Percayalah…

Pada akhirnya semua tentang cinta..
Tentang janji suci yang tertulis rapi dalam hati..
Tentang kasih sayang selamanya memeluk hangat..

Pada akhirnya semua tentang cinta…
Tentang kalimat “Yang Berbahagia”
Dan dibawahnya tertulis nama kita berdua..

12039567_738007766311279_356657765859625576_n

 

Sabar, Ikhlas, Syukuri


wpid-img_17067470929170

Dosa rasanya kalo merasa ngenes sendiri diantara banyak perempuan yang bebas belanja apa saja. Bebas memilih pakaian mana saja yang akan dikenakan nanti saat hari raya. Sedangkan diri hanya menatap sekitar, ingin rasanya memilih baju juga, tapi apa daya bingung nanti bagaimana membayarnya. Hehe

Seperti tidak bersyukur saja. Meskipun tidak seberuntung perempuan kebanyakan yang bisa memilih baju baru untuk lebaran dengan rupa apapun yang mereka suka, tapi tentu masih beruntung karena masih punya banyak baju di lemari, meski bukan baju baru. Meski gamis yang ada hanya itu-itu saja. Tak apa, yang penting Allah masih memberikan ijin berpakaian rapi.

Ahh, itu sedikit tulisan aneh yang menyayat hati jika dibaca perlahan dengan hati paling dalam, atau malah hanya kalimat-kalimat biasa saja tanpa arti. Sekelumit gambaran tentang hidup yang kadang kita tidak bisa sesuka hati memilih ini dan itu, atau bisa bebas menolak itu dan ini. Kadang kita hanya mendapatkan pilihan untuk tetap menjalani dengan berbagai macam usaha kanan kiri sebaik mungkin. Hingga akhirnya mendapatkan pilihan ini dan itu tadi.

Hal paling mudah dilakukan adalah ketika kita menasehati seseorang untuk selalu sabar, ikhlas, dan bersyukur. Tapi nyatanya hati berbalik tak sepintar lidah. Ada saja hal-hal kecil yang membuat diri menjadi lupa tentang nikmat mana lagi yang engkau dustakan.

Padahal jika mau memikirkan sedikit saja, apalah arti baju baru saat lebaran jika dibandingkan dengan berpuluh nikmat yang sadar nggak sadar kita terima dengan suka cita.

Ini tentang sabar, ikhlas. dan bersyukur. Ingat, Allah Maha Baik.