​Drama Minggu Ke 34, 35, 36

Sebenarnya nggak cuma minggu ke 34,35,36 aja yang drama. Dari awal hamil, sudah banyak drama yang berlangsung seru. Mulai dari bau apa sedikit langsung mual pingin muntah, minum susu hamil muntah, musuhan sama makanan, sukanya pilih-pilih, harus makanan yang panas, kalo makanannya udah dingin dan dipaksa makan, pasti mumun sudah saya. Dan masih banyak lagi, yang sebenarnya itu normal, katanya.

Tapi minggu ke 34, 35, 36 ini drama kehamilan ini meningkat. Eh iya, kenapa saya bilangnya minggu ke 34, 35, 36? karena saya sendiri sebenarnya bingung berada pada minggu keberapa kehamilan. hehehe. Menurut USG dokter kehamilan saya berada pada usia 34 minggu. Menurut bidan, usia kehamilan saya sekitar 35/36 minggu. Bidan menghitung berdasarkan HPHT yang saya sendiri bingung HPHT saya kapan. Parahhh.
But, so far, hal terpenting adalah dedek bayi sehat di dalam perut umi-nya. Afi (indeks air ketuban) cukup, gerakan dedek aktif, dan saya udah doyan banget makan, meski nggak doyan doyan amat.

Kembali ke drama minggu-minggu ini. Jadi setelah lebaran ini, entah kenapa saya didera batuk yang amat hebat. Sudah hampir 4-5 hari nggak sembuh-sembuh. Padahal sudah dibawa ke dokter, dikasih ramuan jeruk nipis campur madu, sampe ramuan bunga belimbing campur gula batu. Kurang apa coba? Batuknya nggak kunjung reda. Sampai tulisan ini diposting pun, batuk saya masih on show.

Sebenarnya meski nggak nyaman, kalau saya nggak pa-pa batuk, tapi saya kasihan sama anak dalam perut saya. Pasti setiap saya batuk, dia akan mengalami goncangan dalam perut. Dalam hati saya, hanya terus berucap “Sehat terus ya, Dek.” Terakhir saya kontrol sih, kata dokter maupun ibu bidan dedek bayi sehat. Alhamdulillah. “Teruslah begitu ya, Nak.”

Tidak berhenti sampai disitu, tidak hanya batuk yang mendera. Setelah lebaran saya juga mengalami menggigil yang begitu dasyat. Sekujur tubuh rasanya dingin dari dalam. Nah lho, bayangkan menggigilnya dari dalam. Kalau dari luar masih bisa diselimuti, tapi ini dari dalam. Meski terasa sedikit hangat ketika diselimuti, tapi tetap rasa menggigil itu tidak terkira adanya.

Galau-nya lagi adalah udara diluar itu cukup panas, sebagai wanita hamil yang normal, suhu badan saya meningkat. Jadi saya merasa kedinginan tapi basah kuyub keringat di luar. Maka serba salah lah saya, selimutan terasa gerah, pakai kipas angin kedinginan. Dan semuanya berakhir dengan saya menangis karena bingung saya tidak tau harus berbuat apa.

Ditambah lagi, pinggang saya nyeri sekali 2 hari ini. Pinggang saya tidak mau bersahabat terutama saat pindah posisi.

Tapiiiii, dibalik semua drama akan selalu ada romantisme-nya sendiri. Beruntung saya punya suami yang selalu siap siaga. Dia melakukan banyak hal untuk membuat saya nyaman di usia kehamilan yang sudah masuk trisemester akhir ini.  Semoga Allah membalasnya dengan sebaik-baiknya balasan ya, Sayangku. Mmmuuuacchhh.

Namun yang paling beruntung adalah saya setelah ini akan jadi ibu, dan suami saya akan jadi ayah. So, what else? Tinggal menghitung minggu, dan semoga semuanya berjalan lancar, semoga dedek bayi sehat selalu, saya sehat, dan ayahnya juga sehat. Aamiin.

2 thoughts on “​Drama Minggu Ke 34, 35, 36

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s