Makan Sayur Itu Sama Seperti Menunggu, Nggak Asik

Hai, Narablog?! Pernah menunggu? Asik? Menyenangkan, kah? Saya rasa tidak. Bagian mana yang asik saat menunggu? Hehehe. Ada sih bagian yang asik dari menunggu, nanti saya jawab deh di akhir posting, tapi diawal ini yang jelas menurut saya, menunggu itu tidak enak.

Menunggu adalah menanti seseorang atau sesuatu datang. Kalau yang ditunggu sebentar saja sih, tidak mengapa, kalau yang ditunggu ternyata lama sekali datangnya? Ketika masa menunggu kita masih satu dua hari, wah semangat sekali kita menunggu, kalo sudah beberapa hari? Ya tentu kita masih punya dua pilihan, tetap bertahan atau tinggalkan. Ke

Lalu apa hubungannya dengan makan sayur?

Jadi sudah satu minggu lebih lepas lebaran saya melakukan yang namanya program diet. Diet no karbo, hanya makan sayur, buah, air putih. Aaaakkk.. Demi apa saya melakukan itu? Demi kebaya. Iya kebaya. Alhamdulillah kebaya. Hehe

Sama seperti menunggu, awal diet, saya semangat. Ahh, kalo cuma begini sih gampang. Satu hari, dua hari, tiga hari, saya merasa diet seperti ini gampang. Setelah diet berlangsung selama satu minggu saya mulai bosan, eneg, jenuh dengan yang namanya sayur. Bagi saya, sayur sudah tidak seasik dulu lagi. Sayur mulai membosankan, dia mulai berubah atau hanya saya saja? Halahhh

Yaaaaa pokoknya ini beneran, makan sayur sama sama nggak asiknya seperti menunggu. Membuat bosan, dan saya tenang didera kebosanan makan sayur. Bisa jadi karena saya nggak kreatif mengolah, jadi ya akhirnya bosan sendiri dengan sayurnya.

Tapi…tapi.. tapiii.. saya sudah coba mengganti jenis sayurannya, lhoo.. dan alhamdulillah saya tetap bosan. Hiks..hiks..

Tapi karena saya sudah menjalani nya selama seminggu lebih, sayang sekali kalo saya harus berhenti di tengah jalan. Sama seperti ketika kita sedang menunggu, kita selalu punya dua pilihan untuk melanjutkan hidup, yaitu bertahan atau berhenti saja, tinggalkan. Hehe. Dan saya memilih untuk bertahan dalam kebosanan.

Ambil hikmahnya saja? Hikmah? Apa hikmah menunggu dan makan sayur?

Nahhh, ini asiknya. Asiknya menunggu dan bertahan diet makan sayur. Asiknya adalah bersabar dalam sebuah penantian. Penantian menunggu berat badan turun, dan kebaya saya cukup. Jadi intinya adalah sabar. Karena hanya sabar dan ikhlas yang bisa menjadikan sebuah pilihan bertahan itu menjadi asik.

Ada yang lagi diet di sini?

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s