Mengkritik Jokowi???

Baiklah, jadi malam ini saya ingin menyikapi halah bahasanya hehe, ingin komentar tentang fanpage seorang penulis yang isinya banyak sekali tentang Pemerintahan Jokowi saat ini.

Saya sih ndak tau politik, hanya beberapa hari ini saya sedikit perhatian dengan fanpage penulis yang lumayan lama saya like ini.

Mengkritik tentu boleh, bahkan terkadang kritik itu sangat dibutuhkan, tapi kalo terus-terusan dan tanpa saran, kok jadi lebih mirip menjelek-jelekkan orang lain ya…

maaf ini pendapat saya ya…

Mungkin ada yang salah dengan pemerintahan Jokowi karena dengan cepat sekali dia melambungkan harga BBM yang notabene adalah kebutuhan pokok rakyat. Bagaimanalah tidak kebutuhan pokok, jika harga BBM naik, otomatis semua harga naik, malah naiknya lebih gila dari harga BBM.

Ditambah dengan pengadaan Kartu Sakti yang belum jelas keberhasilannya. Sesakti apa kira-kira khasiatnya? BPJS saja belum merata, ini apa lagi kartu-kartuan ini.

Belum lagi menyoal kabinet yang dijanjikan ramping, tapi ternyata tidak. Dan tentang Pemerintahan Jokowi yang lebih merapat pada parpol ketimbang rakyat.

Ya… mungkin ada yang salah. Mungkin…

Tapi tunggu deh.. Mungkin juga ada yang salah dengan fanpage penulis yang mengkritik Jokowi. Seperti yang saya katakan tadi, mengkritik itu boleh bahkan kadang perlu, tapi kalo terus-terusan tanpa saran kok lebih seperti menjelekkan meski itu benar adanya. Kritik-kritik dalam fanpage penulis tadi seakan sangat memojokkan Jokowi. Saya membenarkan si penulis itu mengkritik, tapi tentu ada caranya.

Saya jadi ingat ketika si fanpage penulis yang satu ini mengkritik habis-habisan penulis lain yang bernama Darwis Tereliye, lantaran Tereliye selalu memblock akun facebook yang suka komen Out Of Topic atau ditengarai akan menimbulkan konflik. Isi fanpage penulis itu semua tentang Tereliye. Yang mengatakan Tereliye sombong lah, inilah, itulah. Saat itu saya pikir berbicara langsung atau via email kan lebih baik, toh mereka sesama penulis. Setidaknya lebih sopan. Bukan terus diumbar semua kejelakannya.

Sama seperti saat ini. Hanya beda pada objek. Dulu penulis Tereliye, sekarang presiden Jokowi. Sekali lagi, tidak salah mengkritik, tapi ada caranya.

Rasanya menulis kritikan lewat koran itu lebih beretika, sopan, terhormat, dan elegan, ketimbang mengkritik via facebook. Nggak tau lagi, mungkin si penulis ini punya twitter, path, atau lainnya.

Saya bukan pendukung Jokowi, tapi saya pernah salut sama Jokowi. Saya juga bukan pecinta si penulis yang mengkritik Jokowi ini, tapi saya senang dengan cara penulis ini menulis.

Dulu ketika Jokowi meninggalkan Solo dan menjadi Gubernur Jakarta, saya dukung habis-habisan. Saya yang bukan orang Jakarta, jadi ikut bangga dan menaruh harapan besar pada seorang Jokowi untuk kemajuan Jakarta. Karena Solo bisa jadi lebih baik karena Jokowi. Tapi setelah dia dengan gampangnya meninggalkan amanah Gubernur dan memilih mencalonkan diri menjadi presiden, runtuh sudah rasa simpati saya pada Jokowi. Bagi saya tidak ada orang yang pantas disebut pemimpin, jika dia mudah sekali meletakkan amanah.

Pun sama dengan si penulis yang suka mengkritik Jokowi tadi. Saya dulu add dia sebagai friend, plus like fanpagenya karena saya suka pada tulisannya. Isi statusnya bermanfaat dan menginspirasi untuk menjadi penulis.

Tapi kenapa sekarang keduanya jadi begini? Ah, entahlah…

Saya hanya ingin mengatakan, kritikan dalam fanpage si penulis ini pasti bermanfaat, jika disalurkan dengan cara yang tepat. Kalau hanya menjadi tempat debat semata oleh para komentator lalu apa manfaatnya? Emang Jokowi baca? Ya semoga sih. Tapi kalo ditulis melalui koran, kemungkinan besar Jokowi baca, paling nggak staffnya. Jadi teman-teman yang merasa tau fanpage nya si penulis yang saya maksud, jangan ikut terbawa emosi ya… biarkan dia mengkritik, itu hak dia. Kita adem aja, berdoa terus supaya Indonesia suatu saat punya pemimpin yang adil.

Dan tentang Jokowi, ya pemerintahannya bisa dibilang baru menghitung hari, meski nggak ada gebrakan sama sekali, tapi malah membuat gebrukan dengan harga BBM yang mengudara keangkasa. Tapi tunggulah dulu, negeri ini terlanjut morat marit, tentu butuh waktu cukup lama memperbaikinya. Meski saya bukan pendukung Jokowi, bagaimanapun sekarang Jokowi presiden, semoga Indonesia berjaya. Aamiin.

Sekali lagi ini pendapat saya ya..
Mohon maaf jika ada yang keberatan.

Posted from WordPress for Android

9 thoughts on “Mengkritik Jokowi???

    • Aamiin..

      Iya betul menjelekkan itu hal buruk, ya meski nggak suka, atau mungkin pemerintahannya terbukti amburadul, rasanya nggak bener juga kalo terus-terus memperlihatkan sisi minusnya pada orang lain..😦

      Like

  1. Iya tiap ada figur pasti ada positif dan negatifnya, namun sebagai manusia, entah ini sifat dasar atau bagaimana, lebih senang membicarakan keburukan orang daripada kebaikannya, dan aku pun demikian, kesal memang lihat pemerintahan sekarang yang menurutku amburadul ini, negara dijual ke investor asing lah, bbm naik lah, impor sapi dan kapal, kartu sakti yang nggak jelas regulasinya dan masih tumpang tindih dengan kebijakan yang lampau, tetapi idealnya harus bisa menahan diri dari sikap menjelekkan dan kalau tidak bisa kasih saran saja bukan malah menjatuhkan.🙂 maaf komentarnya panjang bener ya

    Like

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s