career first_cover (1)

Be Grateful With Career First

Jika ada yang berpikir bahwa untuk menjemput sebuah kesuksesan itu diperlukan sebuah kerja keras, maka itu benar. Seperti kata Maya Arvini, There is no shortcut to success and to never quit for the wrong reason”.

Career First, sebuah buku apik yang dihasilkan dari pengalaman si penulis sendiri, Maya Arvini. Bukan pamer, tentu Mbak Maya ini hanya ingin share bagaimana menjemput kesuksesan seperti apa yang diimpikan. Career First bercerita tentang bagaimana langkah-langkah seharusnya dalam menghadapi dunia kerja agar kita bisa menjadi ‘seseorang’ tidak dengan waktu yang lama.

Narablog semua pasti mau sukses, kan? Yuk mari lanjut saya ceritakan seperti apa buku Career First ini memberikan pencerahan untuk kita.

Mbak Maya menuliskan kisahnya ketika dia masih kecil hingga dia sukses meraih banyak penghargaan dan bekerja di sebuah perusahaan multinasional. Tentu bukan hal mudah, namun Mbak Maya mengatakan dalam career first bahwa “Rahasia sebuah keberhasilan itu sebenarnya sederhana, yaitu berani bercita-cita setinggi langit, giat bekerja keras sejak muda, dan siap menjawab tantangan yang ada di hadapan dengan sepenuh hati. Setiap tantangan dimaknai sebagai pelajaran yang bermanfaat demi meraih tujuan.”

Nah, sederhana bukan? Setiap kita pasti punya cita-cita, dan Pr masing-masing dari kita adalah mengupayakannya dengan kerja keras.

Hal utama yang menentukan terwujudnya sebuah cita-cita tentunya adalah DIRI KITA SENDIRI. Dan itu merupakan MODAL AWAL untuk menjemput kesuksesan. Kitalah yang mengendalikan jalan hidup melalui apa yang kita lakukan sepenjang perjalanan mewujudkan impian itu. Siapapun bisa menciptakan visi yang jauh ke depan dan bersusah payah hingga impian itu terwujud.

Mbak Maya bukan berasal dari keluarga super duper mega kaya. Dia hanya berasal dari keluarga sederhana. Kedua orangtuanya adalah guru yang setiap hari harus bekerja keras demi mencukupi kebutuhan 5 orang dalam keluarga tersebut. Mbak Maya, kedua kakaknya, dan orangtuanya. Menghabiskan waktu bersama orangtua menjadi hal yang dirindukan. Kesibukan orangtua Mbak Maya membuat keduanya jarang berkomunikasi, kalau toh bisa itu hanya terjadi ketika weekend.

Sejak saat itu, Mbak Maya bertekad untuk memiliki kehidupan yang lebih baik daripada orangtuanya. Dia ingin membangun masa depan yang jauh lebih berkualitas, lebih berkecukupan, dan lebih bermakna. Dengan apa? Dengan kerjakeras pastinya.

Kerja keras yang dilakukan Mbak Maya bukan dengan bekerja dalam arti sebenarnya. Usianya saat itu masih usia sekolah, dan wujud kerjakerasnya dalam bentuk belajar dengan giat. Sehingga dia bisa mempersembahkan nilai yang baik untuk kedua orangtuanya.

Intinya adalah “Mulailah menentukan prioritas dalam kehidupan.” Ketika sekolah, Mbak Maya memprioritaskan diri untuk lebih baik dibidangnya, pada masanya, maka dia belajar giat untuk sukses memberi kebanggaan orangtuanya.

Membaca Career First ini seperti berkaca. *Halahhh. Tapi saya belum sesukses Mbak Maya. Tentang kegagalan dalam memasuki kampus impian. Dulu saya ingin sekali masuk Universitas Airlangga Surabaya. Namun sayangnya, Allah tidak mengijinkan saya untuk melanjutkan kuliah disana. Namun saya diterima di salah satu perguruan tinggi swasta dengan jurusan yang saya minati.

Meski gagal saya kemudian tidak diam begitu saja, saya gali passion saya, bergaul dengan siapa saja dikampus. Mendapatkan banyak pengalaman menarik, dan lepas dari bangku kuliah, dunia kerja saya hadapi dengan bekal skill yang saya gali ketika kuliah.

Dalam buku ini, Mbak Maya berpesan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Asal kita yakin akan kemampuan dan impian kita, Allah pasti memberi jalan. Tapi jangan lupa untuk diimbangi dengan kerja keras. Karena kerja keras dan doa selalu membuahkan hasil.

Nah, buat Narablog sekalian yang akan atau sudah memasuki dunia, Career First bisa menjadi pencerahan untuk kalian. Kita bisa survive dan mendapatkan bayangan seperti apakah dunia kerja yang seharusnya dan bagaimana cara mengatasi persoalan-persoalannya.

Dan… Selamat membaca…

cf

11 thoughts on “Be Grateful With Career First

  1. “Rahasia sebuah keberhasilan itu sebenarnya sederhana, yaitu berani bercita-cita setinggi langit, giat bekerja keras sejak muda, dan siap menjawab tantangan yang ada di hadapan dengan sepenuh hati. Setiap tantangan dimaknai sebagai pelajaran yang bermanfaat demi meraih tujuan.”

    sepakat dengan kalimat di atas

    Like

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s