Ketakutan Menyakitkan

Hal pertama dia dunia ini yang bikin saya sangat takut adalah ketika ibu saya sakit. Tahun 2011 lalu, sakit tipes selama 4 bulan. Menyakitkan sekali melihatnya, melihat ibu saya yang setiap hari kesakitan badannya, nggak mau makan, lemes, panas, kedinginan, ya Allah saya sekarang aja merinding ceritanya. Menyakitkan sekali melihat ibu sakit begitu, mending saya aja yang sakit, yang masih muda, bukan ibu. Patah hati nggak seberapa menyakitkan jika dibandingkan dengan melihat ibu yang sakit. Tapi Alhamdulillah, hanya 4 bulan dan jangan ada lagi sakit seperti itu.

Hal kedua yang bikin saya takut adalah ketika rumah saya kemalingan. Ada trauma yang begitu hebat yang tersimpan di alam bawah sadar. Rapi sekali berada di sana, tapi sayangnya seketika bisa muncul. Kalian tau, setiap saya mengingat ibu saya berteriak ketika baru memasuki rumah, dan melihat rumah dalam keadaan berantakan, ya Allah sumpah menyakitkan bila ingat teriakan ibu yang miris sekali. Ibu saya shock, ketakutan, pemandangan ibu yang seperti itu menyakitkan. Rasanya lebih menyakitkan dari patah hati. Dan parahnya trauma itu belum pernah hilang meski sudah hampir setahun.

Yang ketiga, ketika sekarang keponakan saya, Anindya, sakit. Kemarin saya jenguk dia. Rasanya pingin nangis, kasian, anak kecil, belum genap 2 tahun, jalan pun baru bisa, ngomong baru belajar, tapi sakit bikin ponakan saya lemes. Anindya sakit campak. sekujur badannya bentol merah-merah, penuh, kepalanya panas, tapi badannya dingin. Bibirnya kering banget.

Meski cuma keponakan, tapi saya pingin nangis lihatnya. Nggak tega, masih kecil, badannya harus panas dingin begitu. Kalo sudah besar enak, bisa ngomong yang mana yang sakit, kalo masih kecil, baru belajar ngomong lagi, gimana dia cara ngomongnya?

Tiap hari susah tidur, karena dia sendiri juga bingung gimana caranya enak tidur. Menyakitkan melihatnya, saya kasian.

Buat narablog yang baca posting ini. Minta doanya buat Anindya ya, meski cuma campak, tapi kalo anak kecil, kasian sekali. Doakan Anindya cepat sembuh ya, semoga dia cepat ceria lagi, bisa main-main lagi, bisa ketawa lagi..
Amin..

4 thoughts on “Ketakutan Menyakitkan

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s