Terkebiri?

Mungkin memang benar, protes akan lebih mudah jika saya masih seorang mahasiswa.

Rasanya saya kehilangan hak untuk berbicara. Memang tidak dilarang, tapi didunia kerja, rasanya riskan sekali kalau terlalu banyak mengkritik.

Tentang peraturan yang dibuat kantor seenaknya. Diluar aturan normal kerja. Karyawan tidak bisa begitu saja protes, meskipun sudah igit-igit, tidak terima dan sebagainya.

Tidak seperti ketika mahasiswa dulu. Sekarang harus lebih hati-hati dalam menyampaikan kritik dan protes. Harus pilih waktu dan suasana yang pas. Jika tidak, silahkan angkat kaki. Mungkin itu yang akan terjadi.

Serasa dikebiri. Iya, kebebasan bicara yang terkebiri tanpa sengaja. Memang tidak sepenuhnya terkebiri, saya masih bisa menyampaikan pendapat. Tapi dalam kurun waktu yang cukup lama, hati-hati, dan tidak terlalu nendang.

Apa iya karyawan selalu begini? kata teman saya, “Ya namanya juga ikut orang.” Ikut orang ya ikut orang, tapi bukan berarti hak bicara jadi hilang kan?

2 thoughts on “Terkebiri?

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s