Mati itu Pasti

Pagi tadi, ketika saya berangkat kerja, saya bertemu dengan rombongan orang yang sedang berjalan bergerombol, membentuk barisan panjang, sambil menggotong sebuah keranda yang di dalam jelaslah jenazah.

“Innalillahi wa innaillaihi roji’un”

Sebuah kebiasaan di tempat tinggal saya, jika kita lewat di depan rumah atau bertemu dengan jenazah yang masih belum dimakamkan, yang bersepeda motor harus mematikan mesin,  turun dan mendorong  motornya, kalau mobil wajib jalan pelan-pelan (kan nggak mungkin dorong mobil).

Nah memang rejeki saya sepertinya, pagi-pagi harus bertemu dengan jenazah yang sedang diantar ke peristirahatan terakhirnya. Tentu saya melalukan hal yang biasa dilakukan banyak orang. Mematikan mesin motor, turun, dan mendorongnya.

Tidak hanya itu, tidak lupa saya juga takjim sekali menundukkan kepala. Jangan salah, saya bukan sedang berdoa, tapi saya sedang menundukkan pandangan. Jangan sampai saya sedikit saja keliatan itu jenazah. Karena bisa dipastikan saya nggak bisa tidur semalaman. hehe

Tapi setelah agak jauh, ketakutan saya tadi berubah menjadi kekhawatiran. Tiba-tiba terbersit dalam hati saya, ‘kalau sepagi ini saja sudah ada orang meninggal, bisa saja setelah ini giliran saya’. Siapa yang menjamin saya akan baik-baik saja selama perjalanan ke kantor? Bukan mikir negatif sih, tapi kan itu bener..

Kemudian terbersit lagi, apa saya siap? Terus gimana sholat saya, ngaji saya, puasa saya,  perbuatan saya?  Hati saya tiba-tiba sakit, pingin nangis.

Bukankah mati itu pasti, hanya menunggu jadwal, dan dia akan datang.

Kalau seandainya hari ini saya berbuat buruk dan ternyata hari ini juga saya terjadwal meninggal, saya pasti tergolong orang-orang rugi.

Astaghfirullah..

Mengingat mati saja saya merinding sekali, ingin nangis rasanya. Harusnya saya ingat mati setiap hari, bukan untuk melemahkan diri, tapi sebagai pembatas diri agar tidak keterlaluan jadi manusia.

Kematian itu dekat, tapi kita nggak pernah merasakannya. Karena bisa nanti, besok, atau lusa kita terjadwal wafat.

Semoga hari-hari kita selalu diisi dengan amal perbuatan baik ya…

Posting ini hanya untuk saling mengingatkan. Itu saja.

 

Link Photo

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s