Si Mr. X

Kalian pernah mengagumi seseorang? Bukan artis, bukan da’i, bukan pengusaha, pemain band, atau siapalah mereka yang terkenal. Tapi seseorang yang kalian kagumi itu adalah orang biasa. Teman kantor, teman sekolah, teman kuliah, guru, atasan. Hanya orang-orang biasa yang tidak dishoot oleh kamera dan ditonjolkan keahlian.

Saya sedang mengalaminya. Saya sedang sangat kagum pada seseorang di kantor saya. Seseorang yang biasa sekali, tampan? tidak, kaya? tidak, kulitnya putih? tidak, pintar? iya, rajin shalat? iya, ramah? iya, giat? iya, terampil? iya, pekerja keras? iya, inisiatif? iya. Namanya adalah Mr. X. Sebut saja begitu. Nggak enaklah rasanya kalau saya sebutkan namanya. Bahaya uey kalau tiba-tiba orangnya baca.

Yang jelas dia laki-laki yang lahir 8 Maret 1979. Tua? Hmmmm,,, iya sudah berumur sih, usinya 34 tahun. Suka pakai kemeja kotak-kotak dengan celana jeans, lengkap dengan sepatu pantofel hitam.

Awal saya mengagumi mas X ini karena dia rajin shalat. Setelah beberapa kali ngobrol dan lihat kinerjanya di kantor, ternyata mas X ini nggak cuma rajin shalat, tapi dia juga rajin dalam bekerja, cak cek, kalau bahasa Indonesianya itu cekatan, pintar, bisa berpikir cepat, sopan, ngajeni orang, berpandangan jauh kedepan, lucu, humoris, pokoknya gitu deh.

Tiba-tiba terbersit dalam hati saya, ‘wah andai saya punya suami seperti mas X.’ Dan saya memang hanya bisa berandai-andai, karena ternyata mas X ini udah punya istri dan satu anak yang masih SD. *Glodak** Hihihihi. Saya kecewa? Patah Hati? Oww Tentu tidak. Karena memang saya cuma kagum saja, tidak kurang tidak lebih. Dan setelah beberapa kali ngobrol, dia juga suka cerita tentang keluarganya, dia bangga sekali dengan anaknya. Pokoknya top lah mas X ini.

Saya berharap, kelak nih saya bisa punya suami seperti mas X ini, tentunya bukan mas X, tapi yang seperti mas X. Amin. Daripada kemarin-kemarin saya patah hati, nangis-nangis sama orang yang jauh sekali sifatnya dari mas X. Mungkin memang seharusnya punya suami yang seperti mas X kali yaaaa. Semoga dikasih yang terbaik deh, amin ya Allah.

Narablog punya pengalaman serupa?

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s