Biarlah

Malam ini tiba-tiba hujan turun deras sekali. Berirama. Membuatku kuyub. Membuat sepatu kerjaku basah tak terhindari, pakai apalah aku besok ini, tak ada sepatu lagi. Tapi biarlah.

Harusnya tadi aku cepat merapat. Berteduh bersama pengendara motor lainnya di pinggir-pinggir jalan. Di bawah atap toko-toko yang sudah tutup. Tapi tak kulakukan. Biarlah aku kuyub karena hujan. Biarlah aku menggigil sebentar. Sudah lama aku tak merasa kedinginan. Mati rasa.

Tapi hujan malam ini berbeda, pun angin yang mengiringinya. Aku merindumu. Teringat ketika kau memacu motor cepat-cepat bersamaku, takut-takut basah kuyub karena hujan. Tapi kita tertawa, menikmatinya. Aku teringat ketika berteduh menggigil bersamamu, tapi kita tetap bercanda. Biarlah, biarlah hujan terus menderas agar kita tetap bersama. Bercanda. Aku teringat ketika cemas sekali menunggu kedatanganmu. Takut sekali terjadi apa-apa denganmu. Di bawah atap sempit, berkali-kali melihat ke ujung jalan. Berkali-kali wajah ini basah terkena tampias hujan. Biarlah wajah dan bajuku basah, asal aku adalah orang pertama yang tau kamu baik-baik saja.

Namun sungguh, hujan dan angin malam ini berbeda. Aku tersenyum mengingatmu. Seolah tidak pernah ada rasa sakit itu, seolah hilang luka tercabik karena kau tiba-tiba menjauhiku.

Sejak malam ini. Ketika rintik hujan membasuh wajah, ketika angin menerpa dingin. Biarlah, biarlah semua kulepas sebagai kenangan. Biarlah, biarlah semuanya menjadi masa lalu yang tertinggal dibelakang. Aku akan berdamai.

Biarlah, biarlah aku menikmati sepotong hatiku yang tersisa kini, menguatkan diri. Mencoba berdamai menyambut pagi. Biarlah, biarlah kamu dan masa lalu itu pergi membawa separuh hatiku yang lain.

Biarlah hujan malam ini untuk terakhir kalinya mengisahkan cerita lalu tentang kamu dan aku. Biarlah hujan malam ini menghapus semua gerakan resah, helaan napas tertahan, dan mimpi-mimpi patah hati.

Selamanya.

Malam-malam menyesakkan dengan seluruh gerakan resah.

Malam-malam menyesakkan dengan seluruh gerakan resah.

*Mas jamil, semoga kamu selalu bahagia.

6 thoughts on “Biarlah

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s