Kau, Aku, dan Satu Mimpi

Hari ini, entah hari keberapa setelah kamu benar-benar pergi menjauh. Tidak puas dengan menjauhi perasaan tapi kamu juga menjauh secara fisik.

Aku tidak pernah tau apa rencana baik dari semua ini. Yang jelas aku sering mendengar cerita tentang skenario langit terbaik. Dan kabar baiknya, aku percaya itu. Aku hanya perlu bersabar menunggu skenario terbaik itu datang.

Kata orang, waktu terasa merangkak tanpa orang yang dikasihi, tanpamu. Aku tidak tau apakah kalimat itu benar. Yang aku tau aku berusaha menikam semua rasa itu jika tiba-tiba hadir. Menelisik. Mengkorek kenangan. Menyakitkan.

Tapi sungguh aku selalu bisq membunuh rasa rindu dan pedih itu. Namun sayangnya, usahaku tidak selamanya berhasil.

Kamu tau, jika malam datang menjemput semua kesendirian. Mungkin kalimat itu benar, bahwa orang-orang sepertiku yang sedang jatuh dan patah hati selalu merasa sepi ditengah keramaian dan ramai ditengah sepi. Dan seperti itulah aku kini. Semakin larut petang, semakin kenangan tentangmu bermunculan. Awalnya hanya seperti potongan-potongan gambar, namun lama-lama seperti ada yang sengaja sekali memutar video berdurasi tak terkira itu. Memuat cerita tentang kamu dan aku. Cerita lalu yang harusnya tersimpan rapi di dalam brangkas bercode tanpa terusik lagi.

Oh ibu….
Seperti inikah rasanya menahan rindu dan luka secara bersamaan. Hati ini terasa berlipat kali terhimpit, beratus kali tertusuk, beribu kali ditikam rindu terbalut luka.

Ibu…
Aku merindu tapi tak mungkin aku menyampaikannya. Entah sejak kapan ada dinding berdiri terlalu kokoh yang menghalangi kami.

Aku tak bisa lagi menggapainya. Dia tak bisa lagi mendengarku meski aku berteriak sekalipun.

Aku lelah menggapai-gapai dinding yang terlalu tinggi. Lelah berteriak dibalik dinding yang terlanjur menebal.

Hingga akhirnya aku lelap sendiri. Berharap menemukanmu di salah satu scene mimpi. Jika kau muncul di sana, mungkin itulah kesempatanku menyampaikan rindu tersimpan ini, mengesampingkan luka menganga perih.

Malam ini, semoga aku kamu bertemu dalam satu mimpi. Tentang aku kamu. Tentang kita.

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s