Jangan Tanya ‘Kenapa’

Selama kalian hidup, saya sangat yakin pasti pernah beberapa kali celetukan pertanyaan ‘Kenapa’? Iyakah? Iya. Akan selalu ada kata tanya ‘Kenapa’ yang entah sadar atau tidak, terbersit di dalam hati, atau terucap lirih di bibir. Kenapa menjadi anak pertama? Kenapa harus bertemu dengan si ini dan si itu? Kenapa harus terlahir begini dan begitu? Kenapa harus menjadi ini dan itu? Dan masih banyak sekali tanya ‘Kenapa’ yang lain yang terlintas.

Wajar. Eh wajar ndak sih? Hmmm, menurut saya wajar. Saya pun pernah mempertanyakan ‘Kenapa’. Kita manusia, serba terbatas. Seorang presiden pun pasti pernah mempertanyakan ‘Kenapa’ tentang hidupnya. Sekali lagi karena kita terbatas.

Menurut saya, karena hidup ini adalah tentang sebab-akibat. Itu artinya, Allah menuliskan nasib seseorang seperti ini atau seperti itu karena ada maksudnya, selalu ada tujuannya. Bisa jadi kita adalah sebab bagi orang lain, dan orang lain adalah sebab bagi kita.

Jadi tidak akan pernah ada yang sia-sia di dunia ini. Karena Allah menciptakan dan merencanakan segala sesuatunya tidak dengan percuma. Dan jika kalian sedang tidak terima dengan apa yang direncanakan dan diputuskan Allah, sedang sangat sakit hati karena keadaan, karena seseorang,  Sungguh cobalah bersabar, hadapi, dan selalui bersyukur. Pasti dibalik itu ada hal lain yang bisa jadi adalah hal yang amat membahagiakan, menggembirakan, menyejukkan, bahkan membuat kita berlinang airmata saking senangnya.

Duhai, bagaimanalah caranya sabar? Bagaimanalah caranya meredam sakit hati, kecewa, cemburu, atau apalah namanya? Dengan percaya pada janji Allah, bahwa sebenarnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Jadi Kenapa harus meragukan yang mengusai detak jantung kita? Minta saja padanya, tak perlu repot  bertanya ‘Kenapa’, karena jawabannya pasti ‘Karena’.

Percayalah, Allah Maha Mengerti tentang baik buruk, tentang kini dan nanti. Karena Allah selalu menepati janji. Jadi terus berdekatanlah dengan Sang Maha Membolak-balikkan hati.

Hidup ini indah, kawan.

Demikian.

*sekalian mengingatkan diri saya sendiri untuk selalu bersabar menghadapi segala krikil  hidup.

One thought on “Jangan Tanya ‘Kenapa’

  1. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.” (QS:2:286)

    Like

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s