Relaksasi Ala Kebun Raya Purwodadi

Dan, ceritanya adalah hari Minggu kemarin, sekitar tanggal 21 Oktober 2012, saya pergi ke Kebun Raya Purwodadi. Sebenarnya, rencana awal saya ingin mengunjungi House of Sampoerna, tapi seorang teman mengusulkan untuk pergi ke Kebun Raya Purwodadi. Saya pikir-pikir, ya mendingan memang ke Kebun Raya, suasana pasti lebih nyaman. Selain tempatnya memang di dataran yang lebih tinggi, tepatnya di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur. Menurut saya yang nama Kebun Raya pasti lebih segar. Jadi ke House of Sampoerna nya kapan-kapan saja.

Ini adalah kali pertama saya mengunjungi tempat ini. Sebelum menjejakan kaki ke Kebun Raya Purwodadi, bayangan saya tentang tempat ini adalah full of tree. Tempat yang dipenuhi warna hijau, pohon, rumput, kicau burung, air mengalir, dan jalan bebatuan.

Saya sampai di sana sekitar pukul 12.30 WIB. Cukup ramai, pelataran parkir motor juga hampir penuh dan mobil-mobil juga banyak berjajar di sana. Owh iya, untuk info, biaya parkir motor di Kebun Raya Purwodadi ini hanya Rp 1.500 saja, jadi cukup hemat lah. Kalau untuk parkir mobil saya kurang tau sih, masalahnya saya waktu itu naik motor. Hehe, maap ya…

Nah, saatnya memasuki Kebun Raya. Eits, jangan asal masuk. Tentu saja, saya harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Harga tiket masuknya tidak mahal kok, tulisan di depan loket Rp 6.500/tiket tapi setelah saya tanya, ternyata harganya hanya Rp 5.000/tiket.

Setelah masuk, hmmm….. luasssssssss. Ya iyalah ya, namanya juga Kebun Raya. Menurut Wikipedia, luas Kebun Raya Purwodadi ini sekitar 85 Hektar dan ada 10.000 jenis koleksi pohon serta tumbuhan. Suasana disini sangat nyaman,  meski cuacanya panas, at least ada semilir angin yang dingin. Lagipula pohon-pohon yang tumbuh juga rendah dan lebat, jadi suasananya bener-bener rindang. Nggak salah deh saya pilih jalan-jalan ke sini. Setidaknya saya meninggalkan sejenak hiruk pikuk kota dan back to nature ceritanya.

Hmmm, ternyata memang tidak jauh beda dengan apa yang saya bayangkan. Di sana banyak pohon (sudah jelas), udara di sana? Hmmmm, seperti apa yang saya katakana tadi, angin sepoy-sepoy, rindang sekali, banyak spot-spot tempat duduk terbuat dari kayu dan beton yang memang disediakan untuk pengunjung.

Dan setelah menempuh perjalan kurang lebih 1jam dari Sidoarjo, akhirnya saya tergoda untuk duduk di bawah salah satu pohon yang lebarrrrrrr dan rindanggggggg. Pohon apa ya namanya? Hihi, saya lupa. Yang saya ingat hanyalah, saya suka duduk di sana, bersama seseorang tentunya.  Ihiiiiiiii siapa? Hahahaha, lupakan lupakan, dia bukan siapa-siapa. Hanya teman yang kebetulan saya ajak jalan-jalan.

Jika dilihat sekilas, memang sih Kebun Raya ini rasanya lebih banyak dikunjungi muda-mudi yang sedang kasmaran. Berduaan di bawah pohon yang rindang, bercanda, bercerita, ahhhhh romantis. Hehe, tapi jangan ditiru ya teman-teman, sungguh tidak baik. Mendingan pergi ke tempat ini dengan keluarga. Karena memang saya melihat satu Gazebo yang di isi keluarga besar. Mereka tertawa riang, naik-naik ke batang pohon, bercanda, tertawa, aduhhhhh mau ahhh besok besok kalo saya udah berkeluarga, saya bakal ajak anak-anak dan suami saya ke tempat ini.

Saya memang nggak sempet mengelilingi keseluruhan Kebun Raya, nggak kuat deh sepertinya. Luas euy.. jadi mungkin kemarin saya hanya mengitari seperempatnya saja.

Tapi saya sempat mengunjungi musholanya. Bukan berkunjung sih, lebih tepatnya sholat di sana. Dan ini adalah tempat paling ngenes (*red: memprihatinkan). Bagaimana tidak? Tempatnya tidak bersih, tidak terawat, atapnya banyak lobang, catnya burem, sepertinya sudah lama tidak mendapatkan sentuhan ulang, dan tempat wudhu nya itu (menurut saya) kebalik. Harusnya tempat wudhu putri ada di sebelah timur, jadi tidak kelihatan umum, eh ini tempat wudhu putra yang ada di sebelah timur, dan putri di sebelah barat, padahal jalan masuk ke mushola ada di barat, jadi sepertinya harus diubah deh..

Iya, pengelola Kebun Raya Purwodadi harusnya lebih memperhatikan Mushola tempat ini. Itu kan fasilitas, dan untuk ibadah, harusnya lebih baik.

But, semua itu sedikit terobati dengan air wudhu yang terasa sangat dingin. Rasa lelah yang sedari tadi menggantung, tiba-tiba hilang. Ketika awal tangan dibasuh sampai kaki, waaaaa segernya terasa.  Emang nggak ada yang bisa mengalahkan kesegaran ketika berwudhu, dimanapun tempatnya.

Okelah, itu sedikit cerita saya tentang Kebun Raya Purwodadi. Kurang menarik ya? Iya sih, akan lebih menarik kalau kalian berkunjung ke sana sendiri. Kalau mau tau lebih lengkapnya bisa kunjungi situs ini http://www.krpurwodadi.lipi.go.id/

NB: PHOTO-PHOTO DIAMBIL OLEH SAYA SENDIRI. JADI MAAF KALAU KURANG BAGUS.

14 thoughts on “Relaksasi Ala Kebun Raya Purwodadi

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s